Selasa, Oktober 26, 2010

Metode diskusi dan teknik persidangan

Pengertian :
Suatu pertemuan formil antara beberapa orang guna membicarakan suatu permasalahan dan berusaha mencari pemecahannya serta memformulasikan pemikiran input yang berkembang juga melahirkan keputusan konkrit.
A. Metode Persidangan Persidangan dengan segala aspeknya merupakan bentuk pengetahuan yang harus diketahui oleh para aktivis dan fungsionaris organisasi.
Mempelajari seluk-beluk persidangan tentunya ini adalah merupakan suatu upaya mewujudkan suatu sistem persidangan yang baik dan benar, karena merupakan tanggung jawab bagi aktivis untuk mengetahui dan mempelajari lebih mendalam. B. Pengertian Sidang Sidang adalah suatu pertemuan formil di antara beberapa orang guna membicarakan suatu permasalahan dan berusaha mencari pemecahannya serta memformulasikan pemikiran, input yang berkembang juga melahirkan keputusan yang konkrit. C. Macam-macam Sidang Ditinjau dari peserta : Sidang Pleno Sidang Komisi Sidang sub. komisi
Dari segi keputusan : Kongres / Munas / Muktamar Konferensi / Muscab Musyawarah Daerah (Musda)
Rapat Anggota
Dari segi jabatan : Rapat Presidium Rapat Pengurus Rapat Pleno Rapat bagian seksi bidang Rapat Pimpinan D. Unsur-unsur Persidangan
1. Tempat/ruang sidang
2. Perlengkapan Sidang
3. Waktu sidang
4. Peserta sidang
5. Pimpinan sidang
6. Sekretaris/notulen sidang
7. Keputusan sidang
8. Acara sidang
9. Tata tertib Sidang
1. Tempat/Ruang Sidang Suatu tempat pertemuan formal tentu harus dilihat segala aspek, guna kelangsungan sidang dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tempat sidang yang menopang kelancaran sidang, yaitu : - Tempat cukup luas dan dapat menampung peserta - Ruang harus bersih dan sehat - Dilengkapi dengan tempat dan perlengkapan shalat - Cukup air dan terdapat WC - Keamanan yang terjamin - Ventilasi yang baik - Terdapat ruang tempat sidang komisi - Terdapat ruang istirahat
2. Perlengkapan Sidang Perlengkapan sidang harus dipunyai sewaktu sidang di selenggarakan adalah : Kursi dan meja sidang Penerangan yang cukup Palu sidang White Board dan spidol Podium Sound sistem Alat tulis menulis Dekorasi ruangan
3. Waktu sidang Dalam menentukan waktu persidangan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : ® Memperhitungkan kesempatan peserta untuk hadir ® Diusahakan jangan mengganggu waktu shalat ® Jadwal waktu bersidang tergantung besarnya masalah ® Pemakaian waktu seefisien mungkin ® Hendaknya diperhatikan waktu untuk istirahat ® Waktu berakhirnya persidangan sudah dapat ditentukan ® Pemberitahuan kepada peserta agar memperhatikan waktu ini.
4. Peserta sidang Unsur paling pokok dalam suatu persidangan adalah peserta sidang. Peserta sidang adalah mereka yang sudah mempunyai hak untuk mengikuti sidang terebut, serta di undang penyelenggara. Hendaknya dalam persidangan, peserta sidang harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Ä Di undang oleh penyelenggara Ä Dalam setiap pembicaraan harus berusaha memecahkan masalah Ä Mengetahui dan mengerti tentang masalah yang akan di bahas. Ä Peserta diharapkan jangan sampai emosional dalam menanggapi setiap persoalan.
5. Pimpinan sidang a) Tugas dan kewajiban pimpinan sidang : Mengarahkan sidang untuk menyelesaikan masalah Meminta persetujuan peserta dalam menyusun acara /pembicaraan Menjelaskan masalah yang akan di bahas Menjaga kelancaran dan ketertiban persidangan Memberikan masalah, menyalurkan/mengarahkan pendapat/ pembicaraan peserta. Menyimpulkan hasil pembicaraan dan menjelaskan kembali Mengusahakan agar mendapat kesepakatan dalam keputusan.
b) Syarat-syarat pimpinan sidang Z Mempunyai jiwa kepemimpinan Z Berpengalaman dan berpengetahuan luas Z Paham dengan tata cara sidang Z Bijaksana dan bertanggung jawab
c) Sikap pimpinan sidang Ä Sopan dan hormat dalam setiap kata dan perbuatan Ä Memiliki vitalitas tinggi Ä Disiplin dan sabar Ä Menghargai pendapat orang lain Ä Bersikap adil terhadap semua peserta Ä Simpatik dan menarik
d) Sebab-sebab seorang menjadi pimpinan sidang Dipilih pimpinan sidang Karena jabatan / kedudukannya Ditunjuk oleh atasannya Diminta secara spontan oleh peserta
6. Sekretaris/notulen sidang Setiap persidangan hendaknya mempunyai notulis sidang yang bertugas mencatat risalah persidangan (jalan dan peristiwa yang terjadi selama persidangan berlangsung). Hal ini sebagai tanda bukti, bahwa bila mana terjadi hal-hal yang tak terduga dan memerlukan suatu keputusan ditinjau kembali.
7. Keputusan sidang Keputusan sidang merupakan hasil dari seluruh persidangan dan hal ini diformulasikan dari semua pendapat peserta yang kemudian dimintakan kesepakatan bersama mengenai keputusan sidang. Jadi keputusan sidang merupakan The Final Solution dari suatu persidangan. Adapun prosesnya sebagai berikut : a. Kualifikasi : Saling menyatakan pendapat masing-masing peserta. b. Interpretasi : Penafsiran pendapat agar dapat pengertian yang jelas c. Diferensiasi : Terdapat perbedaan pendapat secara perorangan d. Motifikasi : Motif yang sama dikumpulkan, sehingga diperoleh gambaran yang agak jelas e. Polarisasi : Pendapat yang sama dikumpulkan sehingga diperoleh gambaran yang agak jelas f. Kontradiksi : Terjadi konflik akibat perbedaan pendapat yang menajam. g. Integrasi : Pernyataan semua pendapat yang merupakan kesimpulan yang dapat diterima oleh semua peserta
8. Acara sidang Setiap acara sidang harus dipersiapkan oleh penyelenggara semaksimal mungkin. Acara sidang sudah barang tentu membicarakan masalah politik yang akan dibahas dalam persidangan. Konsep/rancangan acara sidang disodorkan oleh pimpinan sidang kepada peserta untuk diminta persetujuannya. adapun pembahasannya dilakukan sesuai dengan aspirasi yang berkembang.
9. Tata tertib Sidang Dalam suatu hal yang akan dilaksanakan harus ada aturan permainan yang mengaturnya, tanpa adanya suatu aturan maka hal tersebut akan rancu dan kacau. Untuk itulah pada suatu persidangan, guna ketertiban, ketenangan dan kelancarannya, maka tatatertib selain etika dan kebiasaan sidang harus pula disusun sesempurna mungkin.
E. Cara pemakaian Palu 1. Satu kali a. Untuk skor sidang dan membuka kembali b. Untuk memberi perhatian/memperingatkan peserta c. Untuk skor selama 1 kali 15 menit, 1 kali 30 menit d. Untuk mengambil keputusan sementara e. Untuk memindahkan pimpinan sidang
2. Dua kali a. Untuk skor sidang selama 2 kali 15 menit, 2 kali 30 menit b. Untuk membuka kembali atau mencabut skor
3. Tiga kali Ø Untuk membuka atau menutup persidangan secara resmi Ø Untuk membuka acara secara resmi Ø Untuk menutup acara secara resmi Ø Untuk menetapkan keputusan akhir/mensahkan keputusan yang prinsip
4. Bentuk tempat persidangan Ó Ladam kuda Ó Lingkaran Ó Segi empat
5. Beberapa istilah persidangan
Ó Skorsing Adalah untuk menghentikan sidang sementara waktu guna menyegarkan suasana sidang untuk istirahat, yang biasanya minimal 15 menit, dan maksimal 2 kali 24 jam.
Ó Lobbying Adalah untuk menghentikan jalannya persidangan dalam tempo singkat untuk mencari persesuaian paham guna mencari kesepakatan yang tidak dapat diambil di ruang persidangan.
Ó Interupsi Adalah pemotongan persidangan (pembicaraan) atau menyela dari satu orang peserta oleh peserta lainnya.
6. Jenis interupsi
Z Poin of order Pemotongan pembicaraan dari satu peserta terhadap peserta lainnya, yakni orang yang di interupsi melakukan pembicaraan yang menyimpang dari permasalahan yang sedang dibicarakan.
Z Poin of Information Pemotongan pembicaraan dari satu orang peserta terhadap peserta lainnya, yakni menambah informasi guna melengkapi pembicaraan yang dilakukan oleh peserta yang di interupsi. Z Poin of personal privilege Pemotongan pembicaraan dari satu peserta terhadap peserta lainnya, yakni meminta kepada pimpinan sidang untuk menghentikan pembicaraan orang yang di interupsi, karena telah menyinggung martabat seseorang Z Poin of clarification Pemotongan pembicaraan dari satu peserta terhadap peserta lainnya, yakni mencoba men-clear-kan masalah agar tidak terjadi perbedaan pendapat yang menajam (terjadi kesalahan pemahaman antara dua atau lebih peserta sidang).

Sabtu, Agustus 07, 2010

Petunjuk Mencari Suami 3

BERPERILAKU HALUS Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits:
"Nasihatilah para wanita itu baik-baik karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang teratas. Jika engkau berlaku keras dalam meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Akan tetapi jika engkau biarkan ia tentu akan tetap bengkok. Oleh karena itu berikanlah nasihat baik-baik kepada para wanita." (HR Bukhari dan Muslim)
***
Perilaku halus dan mulia ialah perilaku yang tidak menyakitkan hati orang lain, baik secara fisik maupun secara mental. Hadits di atas memerintahkan kepada para suami untuk tidak berbuat kasar dalam meluruskan kesalahan-kesalahan istrinya. Para suami hendaknya memperbaiki kesalahan istrinya dengan cara yang halus dan baik. Kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan dengan mulus. Hampir setiap saat muncul permasalahan yang dapat menimbulkan perselisihan, pertengkaran dan percekcokan antara suami istri. Bila suami orang yang berperilaku kasar dan kejam, ia tidak akan segan berbuat kasar kepada istrinya. Setiap muslimah hendaknya tidak tergesa-gesa menerima lamaran seorang laki-laki yang belum jelas perilakunya. Setiap muslimah sebaiknya meneliti dan mengamati perilaku calon suaminya sebelum memustuskan untuk menerima atau menolak lamaran dari laki-laki yang akan menjadi suaminya, apakah calon suaminya termasuk orang yang suka berbuat kasar dan kejam; ataukah dia termasuk orang yang berperilaku halus dan mulia. JUJUR DAN AMANAH Amanah yaitu tanggung jawab memenuhi kepercayaan orang yang diberikan kepadanya. Seorang suami harus memiliki sifat jujur dan amanah karena suami adalah kepala rumah tangga yang dituntut untuk memberi nafkah kepada keluarganya. Dalam hal ini seorang suami wajib bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Seorang laki-laki yang jujur dan amanah tentu akan memperhatikan pekerjaannya tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam, sehingga dia tidak akan memberi makan keluarganya dari pekerjaan yang haram. Suami yang mempunyai sifat amanah tentu tidak melakukan korupsi dalam melakukan pekerjaan yang telah menjadi tugasnya.
Cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kejujuran dan keamanahan seseorang antara lain dapat dilakukan dengan memperhatikan lingkungan teman-temannya. Menanyakan kepada orang-orang yang kenal dekat dengan calon suami dan dapat dipercaya keterangannya. Keterangan dari mereka akan memberikan gambaran apakah calon suami termasuk orang jujur dan amanah atau tidak. Melihat jenis pekerjaan dan lingkungan kerjanya. *** TIDAK KIKIR DAN TIDAK LEMAH SYAHWAT Sifat kikir adalah kebalikan dari sifat dermawan. Orang yang kikir enggan mengeluarkan uang atau hartanya untuk kepentingan apa pun. Sebaliknya, orang dermawan suka mengeluarkan harta atau uangnya untuk kepentingan yang bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri, keluarga maupun orang lain.
Dalam kehidupan rumah tangga diperlukan belanja secara wajar agar kebutuhan fisik minimum keluarga terpenuhi dengan baik. Suami sebagai kepala keluarga, bertanggung jawab atas kehidupan istri dan anak-anaknya sesuai dengan kemampuannya. Seorang suami harus mengetahui berapa besar kebutuhan belanja minimum keluarganya agar mereka hidup layak dan sehat. Ia tidak dapat secara sepihak menetapkan besarnya belanja sehari-hari tanpa memperdulikan harga-harga kebutuhan sehari-hari yang sebenarnya di pasar. Para muslimah sudah seharusnya mengetahui, apakah calon suaminya tersebut bersifat kikir atau dermawan. Seorang istri yang pemboros atau konsumtif tidak dapat begitu saja menilai kikir seorang laki-laki, karena pengertian kikir bukanlah ketidakmauannya memberi apa yang menjadi permintaan istri, melainkan ketidak mauannya memberikan harta atau uangnya untuk hal-hal yang bermanfaat untuk kebutuhan keluarganya. ***
Lemah syahwat yaitu ketidak mampuan seorang laki-laki memenuhi kebutuhan biologis istri. Memenuhi kebutuhan biologis hanya dibenarkan melalui pernikahan. Seorang istri dapat mengajukan perceraian jika ternyata suaminya, seorang yang lemah syahwat. *** SENANG BERKETURUNAN DAN SUBUR Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits:
"Menikahlah kalian, karena aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian kepada ummat-ummat lain dan janganlah kalian seperti pendeta-pendeta nasrani." (HR Baihaqi)
***
Hadits di atas menganjurkan kepada para laki-laki menjauhi hidup membujang dan menyukai berumah tangga dengan banyak keturunan. Laki-laki yang sehat adalah laki-laki yang senang beristri. Laki-laki yang membujang adalah laki- laki yang tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian eksistensi manusia di permukaan bumi. Oleh karena itu, Rasulullah saw mengecam laki-laki yang menjalani hidup kependetaan. Mereka tidak mau beristri dan tidak mau menyalurkan tuntutan biologis secara halal sehingga membuat dorongan naluriah mereka menyimpang dari fitrahnya. Manusia mempunyai tanggung jawab untuk memperbanyak keturunan dengan melakukan perkawinan sesuai dengan yang telah digariskan oleh Allah swt, sehingga asal-usul nasab seseorang menjadi jelas. Setiap laki-laki dituntut untuk suka mempunyai keturunan, bukan hidup membujang seperti pendeta nasrani. Pola kependetaan bertentangan dengan tuntutan untuk berketurunan dalam usaha menjaga eksistensi manusia di dunia. Laki-laki yang suka mempunyai keturunan memiliki rasa tanggung jawab terhadap anak-anaknya. Tanpa keinginan kuat untuk berketurunan, laki-laki hanya akan memperlakukan perempuan sebagai obyek seksual dan kepuasan syahwat semata.

Petunjuk Mencari Suami 2

MANDIRI DALAM EKONOMI
Rasulullah saw bersabda:
"Hai golongan pemuda, barangsiapa di antara kamu ada yang mampu (untuk membelanjai) kawin, hendaklah ia kawin karena kawin itu akan lebih menjaga pandangan dan memelihara kemaluan dan barangsiapa belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu ibarat pengebiri." (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)
***
Suami yang bertanggung jawab harus membiayai keperluan rumah tangganya. Ia tidak boleh selalu mengharapkan bantuan dari orang tua dan saudara- saudaranya. Oleh karena itu seorang muslimah harus memperhatikan calon suaminya apakah telah mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari atau ia masih tergantung pada orang tuanya. Muslimah yang hendak berumah tangga, boleh saja menerima laki-laki yang masih menganggur atau berpenghasilan tidak cukup untuk hidup berumah tangga. Menurut syariat Islam, pernikahannya tetap sah walaupun pernikahan ini bertentangan dengan hadits Rasulullah saw di atas. Maksudnya, dari sisi tanggung jawab membina rumah tangga memilih suami pengangguran
merupakan tindakan tercela walaupun tidak haram. Jika ada seorang muslimah yang rela bersuamikan laki- laki yang belum mampu secara ekonomi bahkan bersedia membantu suaminya sedangkan ia bermaksud untuk memelihara agama dan kehormatan suaminya, insya Allah langkahnya ini dinilai sebagai suatu amal shalih yang sangat terpuji.
*** KUALITAS DIRINYA SETARAF ATAU LEBIH BAIK Rasulullah saw bersabda:
"Manusia itu ibarat barang tambang, ada yang emas dan ada yang perak. Mereka yang terbaik pada zaman jahiliyah tetap terbaik pula pada zaman Islam asalkan mereka memahami agama." (HR Bukhari) ***
Kualitas manusia berbeda-beda seperti kualitas barang tambang. Kualitas orang dinilai baik bilamana ia mendapatkan pendidikan yang baik, terutama sekali pendidikan agama. Kualitas yang dituntut oleh Islam bukanlah kualitas materiil, melainkan kualitas keagamaan mencakup pengetahuan, intelektual, mental, emosi, ketaatan dan kesungguhan berpegang pada ajaran Allah dan Rasulullah saw Pengetahuan agama yaitu pengetahuan mengenai Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah saw sebagai sumber ajaran Islam.
Intelektual ialah kemampuan menggunakan akal secara jernih untuk memecahkan kesulitan. Mental yaitu pikiran dan sikap yang baik sehingga tahu bagaimana seseorang harus berlaku baik kepada orang lain sesuai tuntunan Islam dan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya.
Emosi yaitu kemampuan untuk bersikap tenang dan mengendalikan perasaan sehingga tidak dikuasai oleh perasaan permusuhan, kebencian atau marah dalam menghadapi hal- hal yang tidak diinginkan. Ketaatan ialah kesungguhan secara ikhlas mengikuti aturan-aturan agama dan aturan lain yang tidak menyalahi agama. Kesungguhan adalah kemantapan berpegang pada aturan agama walaupun menghadapi berbagai macam rintangan.
Seseorang harus memiliki keenam hal tersebut agar tidak mudah terjerumus ke dalam kesalahan dalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya.
***
Dengan mengetahui kualitas calon suami, muslimah yang akan menjadi istrinya dapat mengukur apakah yang bersangkutan se taraf dengan dirinya atau tidak. Pasangan yang memiliki perbedaan kualitas akan menimbulkan kesulitan untuk saling memahami keinginan masing-masing. Jadi setiap muslimah harus benar-benar mengetahui apakah kualitas calon suaminya, apakah lebih baik, setaraf atau lebih rendah dari dirinya. Bila laki-laki tersebut lebih baik atau se taraf dengan dirinya, laki-laki tersebut sangat baik menjadi suami. Akan tetapi jika lebih rendah, hal ini perlu dipertimbangkan kembali sebab kemungkinan akan timbul banyak permasalahan dalam membina rumah tangga.
*** DAPAT MEMIMPIN Allah berfirman dalam ayat berikut:
"Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka ... " (QS An-Niisaa': 34) ***
Ayat di atas menerangkan bahwa laki-laki diberi kodrat memimpin oleh Allah. Kodrat yang Allah berikan ini merupakan kelebihan laki-laki dari perempuan. Oleh karena itu, sudah menjadi ketetapan Allah bahwa orang yang bertanggung jawab memimpin di dalam rumah tangga adalah suami.
Suami juga diwajibkan memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Kodrat dan kewajiban ini menuntut kemampuan pihak laki-laki untuk memimpin keluarganya dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga adalah meluruskan kesalahan istri, meningkatkan ketaqwaan istri, memperluas pengetahuan dan pemahaman istri mengenai tanggung jawabnya terhadap suami dan anak-anaknya, meningkatkan kemampuan intelektual dan mentalnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari terutama dalam mendidik anak-anak. Oleh karena itu, suami harus menunjukkan sikap kepemimpinan yang bijak.
Para muslimah harus benar-benar memperhatikan kemampuan calon suaminya dalam hal kepemimpinannya terutama di bidang akhlaq dan pengetahuan agama.
BBERTANGGUNG JAWA
Seorang suami mempunyai tanggung jawab meliputi bidang agama, psikis dan fisik. Tanggung jawab ini tidak akan berubah karena sudah merupakan ketentuan Allah yang berlaku secara universal. Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia sejak awal telah menegaskan bahwa tanggung jawab memenuhi kebutuhan materi dan memimpin keluarga menjadi beban kaum laki-laki, bukan kaum perempuan. Cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh calon suami memiliki rasa tanggung jawab antara lain menyelidiki dan mengamati dengan seksama perilaku yang bersangkutan dalam memikul tugas yang dibebankan kepadanya;
Menanyakan kepada teman-teman dekatnya bagaimana dia menjalankan tugas yang menjadi kewajibannya; Meneliti kondisi lingkungan dan keluarganya, apakah ia termasuk orang yang suka melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab atau tidak; Untuk mencegah agar muslimah tidak terjerat dalam penderitaan dan bencana hendaknya mereka memilih calon suami yang benar-benar bertanggung jawab. Insya Allah, dia akan dapat menciptakan rumah tangga sakinah dan penuh berkah bersama suaminya.
*** BERSIKAP ADIL
Tindakan adil yaitu tindakan tanpa merugikan orang lain, sedangkan sifat adil adalah lurus dalam berbuat, berfikir dan pandai mempergunakan sesuatu sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Orang yang bersifat adil tidak akan mengurangi hak orang lain dan tidak suka berbuat dzalim kepada orang lain. Suami dan istri yang selalu menjaga hak masing-masing akan dapat terhindar dari rasa saling membenci dan mendendam. Supaya kelak dalam membina rumah tangga tidak mengalami perlakuan dzalim dari suaminya, seorang muslimah harus mengetahui bahwa laki- laki yang hendak menjadi suaminya adalah orang yang adil. Penyelidikan dan pengujian yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah laki-laki yang hendak menjadi suaminya dapat bertindak adil antara lain dengan menanyakan kepada teman-teman atau tetangga dekatnya dalam pergaulan dengan mereka, ia selalu bertindak adil atau lebih mementingkan dirinya sendiri;
Menyelidiki kebiasaan dan perilakunya dengan sesama saudara dalam keluarganya, apakah ia orang yang adil ataukah ia orang yang suka merugikan kepentingan saudaranya.

Petunjuk Mencari Suami 1

MUSLIM, TAAT BERAGAMA DAN BAIK AKHLAQNYA Allah berfirman dalam ayat berikut:
" ... Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman" (QS An-Nisaa': 141)
***
" ... Mereka tiada henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat)mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (QS Al-Baqarah: 217) ***
" ... Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke syurga dan ampunan dengan izin-Nya ... " (QS Al-Baqarah: 221)
***
Petunjuk mencari suami yang pertama dan utama yaitu taat beragama karena kekuasaan dan wewenang untuk memimpin keluarga diberikan kepada suami.
Wanita muslim yang menikah dengan lelaki non muslim berarti telah yang haram sebab wanita muslim hanya dihalalkan bersuamikan seorang laki-laki muslim.
Wanita muslim yang melanggar ketentuan ini maka pernikahannya tersebut tidak sah dan dinilai sebagai perbuatan zina.
Wanita muslim yang menikah dengan laki-laki non muslim akan mengalami kerugian duniawi dan ukhrawi. Di dunia ia akan mengalami kemerosotan aqidah sehingga kecintaannya kepada agama dan semangatnya untuk dekat dengan Allah semakin lemah. Kondisi kejiwaan ini akan menimbulkan keraguan dan perasaan bingung bila menghadapi masalah dalam kehidupan.
***
Adapun kerugian ukhrawi yaitu adzab dan siksa dari Allah sejak masuk liang kubur sampai hari kebangkitan berupa adzab neraka. Setiap muslim haruslah mencari tahu keislaman laki-laki yang melamar anak perempuan atau dirinya. Jika laki-laki tersebut bukan seorang muslim maka wanita atau orang tua harus menolak lamarannya.
Jika laki-laki tersebut bersedia menjadi seorang muslim maka yang bersangkutan diuji dahulu keislamannya beberapa lama sehingga dapat dibuktikan apakah dia menjadi muslim secara ikhlas atau hanya berpura-pura.
*** Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits: "Bila datang seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya, hendaklah kamu nikahkan dia karena kalau engkau tidak mau menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas." (H.R Tirmidzi dan Ahmad) ***
Hadits tersebut memerintahkan kepada seluruh kaum muslimin khususnya para orang tua atau wali untuk memperhatikan ketaatan beragama dan akhlaq laki-laki yang akan menjadi suami dari anak atau perempuan di bawah perwaliannya. Bila ada laki-laki yang taat beragama dan baik akhlaqnya namun dia tidak mampu membiayai dirinya untuk menikah, masyarakat muslim
harus memberikan bantuan kepada yang bersangkutan agar dapat menikah dengan baik.
Jika tidak ada yang membantu dan membiarkannya membujang karena tidak mendapatkan perempuan yang bersedia menjadi istrinya maka mereka yang membujang mudah terjerumus ke dalam perzinaan yang berakibat rusaknya moral masyarakat.
***
Seorang perempuan sering kali lebih memperhatikan kemampuan materi dari laki-laki yang akan menjadi calon suaminya dan mengabaikan sisi agama dan tanggung jawabnya dalam merealisasikan kehidupan beragama sehari-hari. Ia menganggap bahwa yang lebih penting adalah kemampuan materi seorang suami untuk mewujudkan kesejahteraan bagi keluarganya.
Anggapan semacam ini akan merugikan seorang perempuan karena suami yang beranggapan bahwa yang penting adalah pemenuhan kebutuhan harta benda tidak akan mau peduli akan pemberian pelayanan akhlaq yang baik kepada keluarganya. Dia merasa bebas dan merdeka untuk berbuat apa saja selama dapat memenuhi kebutuhan materi keluarganya.
Secara materi istri dan anak-anaknya berkecukupan tetapi menderita tekanan mental dan mengalami gangguan psikologis akibat perbuatan sewenang-wenang suaminya.
***
Seorang muslimah yang benar-benar lebih mengutamakan keselamatan agamanya daripada sekedar mengejar hawa nafsunya, hendaklah menjauhkan diri dari langkah yang membahayakan keselamatan agama dirinya dan anak-anaknya.
kelak. Jangan sampai terjadi setelah menikah, seorang muslimah menjadi orang yang meninggalkan agamanya, misalnya meninggalkan shalat tanpa alasan yang dapat dibenarkan, melepaskan jilbabnya dan perbuatan dosa lainnya yang dimurkai oleh Allah.
MENJAUHI KEMAKSIATAN Allah berfirman dalam ayat berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; pennjaganya malaikat-malaikat kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah atas perintah Allah kepada mereka dan selalu taat pada apa yang diperintahkan." (QS At-Tahrim: 6) ***
Ayat di atas menegaskan bahwa kepala keluarga bertanggung jawab untuk mejauhkan anggota keluarganya dari segala macam perbuatan dosa.
Seorang suami yang membiarkan istri dan anak-anaknya melakukan perbuatan dosa, dia tidak layak untuk menjadi kepala keluarga. Setiap perempuan muslim hendaknya memperhatikan hal ini karena laki-laki yang mempunyai pengetahuan agama yang baik belum tentu taat dalam beragama.
Adakalanya mereka memanfaatkan pengetahuan agamanya untuk memutarbalikkan yang haram menjadi halal.
***
Seorang wanita atau walinya sebelum menerima seorang laki-laki untuk menjadi suaminya harus memperoleh keyakinan bahwa calon suaminya adalah orang yang tidak suka, bahkan sangat membenci kemaksiatan. Suami yang tidak perduli dengan kemaksiatan sama halnya dengan mendapatkan teman yang menjerumuskan diri dan keluarganya ke dalam neraka.
*** KUAT SEMANGAT JIHADNYA
Maksud jihad di sini ialah kesungguhan untuk membentengi dan membela kepentingan Islam dari mereka yang ingin menghancurkan Islam.
Bila seorang muslim berdiam diri dalam menghadapi musuh-musuh berarti ia lemah semangat jihadnya dan tergolong lemah imannya.
Seorang perempuan muslim harus memperhatikan masalah ini karena suami yang lemah semangat jihadnya dapat berakibat kehidupan keagamaan keluarganya menjadi lemah.
*** DARI KELUARGA YANG SHALIH DAN TAAT KEPADA ORANG TUANYA
Keluarga yang shalih akan berusaha melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya sehingga membawa kebaikan bagi keluarganya dan masyarakat di sekitarnya. Keluarga ini selalu takut dan malu kepada Allah ketika mereka akan melalukan perbuatan dosa.
Untuk mengetahui apakah calon suami termasuk dari keluarga yang shalih harus diadakan suatu penelitian dan pengamatan terhadap yang bersangkutan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengunjungi keluarga calon suami, memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya dan lingkungan tempat dia bekerja dan teman-temannya.
Dalam melakukan penelitian ini tidak harus seorang muslimah mendatangi langsung tetapi dapat
mewakilkannya kepada saudaranya atau jika ingin datang langsung sebaiknya ditemani oleh salah seorang saudaranya.
***
Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda:
"Berbaktilah kepada kedua orang tua kalian, niscaya kelak anak-anak kalian berbakti kepada kalian dan peliharalah kehormatan (istri-istri orang), niscaya kehormatan istri-istri kalian terpelihara." (H.R Thabarani, hadits hasan)
***
Anak yang taat kepada orang tua yaitu anak yang mematuhi perintah orang tua dan tidak melanggar larangannya selama hal yang diperintahkan atau yang dilarangnya tidak sesuai dengan syariat Islam. Anak semacam ini akan memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Anak yang berbakti kepada orang tuanya kelak menjadi orang tua yang ditaati oleh anak-anaknya. Anak dapat merasakan pancaran batin dari orang tua yang taat kepada orang tuanya, sehingga hal tersebut secara psikologis dirasakan oleh anak-anaknya, kemudian mendorong mereka untuk taat kepada orang tuanya juga. Rahasia psikologis semacam ini diungkapkan oleh Rasulullah saw dalam hadits di atas.
Bila ternyata calon suaminya orang yang durhaka kepada orang tuanya,maka kemungkinan besar ia akan berlaku durhaka pula kepada istrinya.

Kamis, Februari 18, 2010

CINTA TAK PERNAH SALAH

“Love is infallible, it has no errors, for all the errors are the want of love. Cinta tidak pernah keliru, tidak pernah salah, karena semua kesalahan yang terjadi adalah karena menginginkan cinta.”
William Law
Awalnya, ketika seorang pria benar-benar jatuh cinta kepada seorang wanita, dunia terasa indah. Hidup jadi lebih bersemangat dan penuh arti. Apa saja tentang wanita tersebut pasti akan menarik perhatiannya. Setiap kali bertemu, hati bergetar dan jantung pun berdebar. Kemudian, ketika pria menyatakan cinta dan wanita menerima, mereka pun sepakat untuk pacaran. Masa pacaran adalah masa yang paling indah karena memberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih mendalam.
Ketika pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengucapkan janji setia; dalam suka maupun duka, ketika sehat ataupun sakit, di saat senang ataupun susah—kata-kata tersebut pastilah keluar dari lubuk hati yang terdalam. Artinya, pasangan tersebut telah bersepakat untuk memulai hidup baru bersama dengan modal utama adalah cinta yang mereka miliki. Cinta yang dipercaya akan menjadi perekat hati mereka untuk selama-lamanya sampai maut datang memisahkan.
Akan tetapi, yang sering kita jumpai adalah cinta menjadi luntur hanya setelah beberapa tahun menikah. Bahkan, ada yang di saat pernikahan baru berjalan beberapa bulan atau bahkan ada yang dalam hitungan minggu saja. Mengapa ini bisa terjadi?
Kita semua tahu bahwa di saat pacaran, cinta itu selalu ada karena adanya rasa penasaran yang menyebabkan letupan-letupan kecil di dalam hati. Ketika akan bertemu, pria mungkin bertanya-tanya dalam hati, “Apa yang akan saya katakan kepadanya jika dia keluar menyambut kedatangan saya?” Ketika pasangannya marah, pria selalu tertantang untuk memenangkan hatinya kembali. Segalanya terasa indah sampai ketika pasangan memasuki fase yang namanya ‘perkawinan’.
Setelah resmi menikah dan tinggal di bawah satu atap, di sinilah masalah berawal. Tanpa disadari, kita mulai terbelenggu dengan apa yang disebut ‘rutinitas’ dan ditambah lagi dengan kehadiran anak dalam keluarga. Wanita yang bekerja di luar rumah dan juga harus menjalankan perannya sebagai seorang ibu pasti memiliki beban yang lebih berat dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja.
Akibatnya, tanpa disadari, ketika anak dan pekerjaan menjadi prioritas utama, wanita hampir tidak mempunyai waktu luang untuk memadu kasih dengan pria yang menjadi pasangan hidupnya. Kasih itu bagaikan tanaman yang membutuhkan pupuk untuk menjadi besar dan subur. Pupuk yang utama dalam agar cinta dan kasih dapat tumbuh subur adalah ‘komunikasi’. Kurangnya komunikasi membuat bagi pasangan suami istri sulit untuk mengungkapkan perasaan satu sama lain. Ketika ini terjadi, yang sering ada adalah wanita menjadi lebih sensitif, gampang marah, dan sering menyalahkan pria karena merasa tidak dimengerti dan diperhatikan. Pria yang juga merasakan bahwa dia pun memiliki kebutuhan emosional yang harus dipenuhi, biasanya lebih memilih diam dan menyimpannya di dalam hati daripada harus ribut.
“Apa boleh buat, inilah salah satu konsekuensi berumah tangga yang harus saya pikul,” begitulah biasanya yang ada di pikiran laki-laki.
“Saya tidak mungkin meninggalkan istri saya karena saya tidak mau kehilangan anak-anak.” Akhirnya, perlahan tapi pasti, hidup berkeluarga terasa monoton dan membosankan. Hubungan suami-istri menjadi hambar dan kering sehingga hidup serasa hanya untuk memenuhi sebuah kewajiban saja.
Hal ini terus berjalan sampai suatu hari, ketika pria tersebut jatuh cinta lagi kepada wanita lain... “I slept and dreamed that life was beauty, I woke and found that life was duty.— Saya tidur dan bermimpi bahwa hidup itu indah. Saya terjaga dan menemukan bahwa hidup itu adalah kewajiban.”~ Nono Sarwono, DTM Apa yang Membuat Pria Jatuh Cinta Lagi kepada Wanita Lain?
Ketika ditanya, apa yang biasanya membuat pria tertarik atau jatuh cinta lagi kepada wanita lain, beginilah kira-kira jawabannya:
“Saya suka senyumannya yang manis.”
“Saya merasa nyambung ketika berbicara dengannya.”
“Ketika bersamanya, saya menemukan kembali sesuatu yang hilang dalam hidup saya selama ini.”
“Akhirnya, saya menemukan wanita yang saya idam-idamkan selama ini.”
“Dia begitu sempurna.”
“Dia sangat pintar.”
“Dia berasal dari keluarga terpandang.”
“Dia cantik luar dalam.”
“Dia sangat perhatian dan mau mengerti kekuranganku.”
“Saya tidak tahu kenapa saya bisa jatuh cinta kepadanya.”
“Dia memiliki daya tarik seksual yang tinggi.”
“Dia membuat hidup saya menjadi berarti.”
Ini cerita tentang seorang pria asing yang berumur 32 tahun dan telah menikah selama 8 tahun. Istrinya memiliki kedudukan yang tinggi di perusahaan tempatnya bekerja dan sangat sibuk. Ketika WIL-nya (wanita idaman lain), seorang gadis berumur 20 tahun bertanya apakah dia masih mencintai istrinya, dia pun menjawab dengan singkat:
“I loved her with ‘d’ (dibaca di-pen).”
Maksudnya adalah, “Saya mencintainya, tapi sekarang tidak lagi (dalam Bahasa Inggris, untuk melukiskan kejadian yang sudah berlalu, banyak kata kerja diberi imbuhan d atau ed).
Pria tersebut sampai ingin mendapatkan pekerjaan di Jakarta agar dapat selalu dekat dengan WIL-nya. Dia ingin sekali menceraikan istrinya dan menikahi wanita idamannya. Walaupun wanita tersebut menikmati hubungannya dengan pria asing yang telah berkeluarga, tetapi dia tidak mau dinikahi karena tidak ingin menghancurkan kehidupan rumah tangga wanita lain. Mereka pun akhirnya berpisah dan hubungan tersebut meninggalkan banyak kenangan yang terindah.
Jadi, belajar dari kata-kata yang diucapkan pria ketika mereka jatuh cinta lagi, kita dapat menduga bahwa ada hal-hal yang dulu membuat dia jatuh cinta kepada istrinya, yang kini telah hilang. Hubungan yang dibiarkan apa adanya akhirnya akan mengikis rasa cinta yang dulunya ada. Dan, ketika cinta itu telah hilang, ia akan dengan mudah digantikan oleh cinta yang lain. Cinta memang tidak pernah keliru ataupun salah. Mungkin, yang salah adalah perasaan yang menginginkan rasa cinta itu

Selasa, Februari 16, 2010

HMI Basic Training, untuk apa..???

Ada banyak sekali pelatihan (training) yang kita kenal dan ditawarkan oleh berbagai lembaga, bahkan saat ini ada banyak lembaga yang sengaja didirikan untuk melakukan aktivitas melatih dan memberikan motivasi serta menggali motivasi personal untuk membuatnya lebih melejit serta membuatnya lebih baik lagi untuk masa yang akan datang.

Training adalah pasha awal untuk memasuki sebuah gerbang yang namanya pengembangan kapasitas personal dalam melakukan berbagai aktivitas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing dari peserta training. Dalam banyak lembaga formal training dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang apa dan bagaimana sebuah organisasi seharusnya di jalankan, serta ke arah mana seharusnya organisasi tersebut di arahkan. Artinya dalam organisasi, moment basic training di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah pasha awal yang sekaligus merupakan prasyarat untuk menjadi anggota lembaga ini. Dalam basic training ini para calon anggota dipaparkan tentang sejarah pendirian, sejarah perjuangan, visi dan misi serta rencana atau cita-cita lembaga untuk jangka panjang.

Selanjutnya tahapan basic training ini juga merupakan pasha awal untuk membuka wawasan dan membantu tahapan mempertajam daya kritis berfikir personal. Dari proses ini diharapkan para peserta training akan lebih mengenal dirinya dan menggali kemampuan terbaiknya sehingga masing-masing peserta akan mampu mengaktualisasikan ke dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu juga peserta diharapkan akan mampu bertahan dalam melakukan aktivitas terbaiknya dalam berbagai situasi dan iklim untuk generasi selanjutnya.
Di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), basic training merupakan salah satu syarat penting yang harus di lalui oleh calon anggota agar menjadi anggota lembaga ini. Hal ini dilakukan karena masing-masing calon anggota terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda dan juga pengalaman yang berbeda-beda tentunya. Sehingga forum basic training menjadi tempat yang sangat efektif untuk memperkenalkan lembaga ini sedetail mungkin sehingga para anggota yang akan lulus nantinya benar-benar tahu apa dan kemana organisasi ini akan bergerak. Dalam pasha ini para calon anggota akan di beritahukan mission dari organisasi ini, dan dalam forum ini juga diberikan motivasi sehingga mereka akan terus berbuat untuk mewujudkan cita-cita Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yakni terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang di ridha Allah SWT. Para anggota HMI diharapkan terus menerus melakukan yang terbaik tanpa henti untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Sebagai calon anggota tentunya Anda akan bertanya, apa yang akan kita dapatkan di arena basic training tersebut? Bagaimana caranya supaya forum basic training tersebut bisa menjadi arena yang benar-benar bermanfaat bagi pribadi kita? Apakah training ini bisa membantu kita untuk bisa meraih prestasi akademik yang maksimal? Dan berbagai pertanyaan lainnya… tentunya hal ini wajar kita tanya, sehingga kita tahu betul apa yang akan kita lakukan, tidak sekedar ikut-ikutan atau karena pengen tahu saja.
Menurut pengalaman dan hemat Saya dalam berbagai forum training para peserta di arahkan untuk menggali potensi terbaik sehingga mereka menjadi manusia yang punya prestasi dan mampu menghadapi segala zaman. Untuk itu diperlukan personal yang tangguh, terutama sekali pemahaman tentang Dinul Islam yang harus menyeluruh dan mendalam sehingga tidak ada lagi virus TBC (Tahayul, Bid’ah, Churafat) dalam memahami agama Islam di masyarakat, terutama bagi para peserta basic training itu sendiri. Jadi jika Anda merasa ingin mendalami ilmu agama Islam... Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah tempat yang tepat!
Di arena basic training Anda juga akan mendapatkan banyak hal yang bisa membuat prestasi akademik Anda melejit ke arah kesempurnaan. Jadi bukan pilihan yang salah jika Anda memilih lembaga ini untuk mengembangkan kemampuan akademik Anda. Hanya saja yang perlu kita garis bawahi adalah ketika Anda tidak punya keinginan untuk berubah, menurut Saya sangat sulit untuk meraih sukses yang luar biasa. Dalam berbagai forum-forum HMI senantiasa menghargai pemikiran dari hasil pemikiran bersama tanpa mengabaikan buah pemikiran personal, Anda akan merasa merdeka sebagaimana kemerdekaan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Dalam forum basic training Anda akan diajarkan bagaimana Anda mengenal diri Anda sendiri untuk lebih mengenal Tuhan dan bagaimana seharusnya Anda melaksanakan berbagai aktivitas sehingga menjadi ibadah, serta benar-benar menjadi manusia yang bermanfaat untuk kemajuan ummat dan bangsa. Ada sederetan tokoh bangsa yang telah di cetak oleh lembaga ini, mereka menjadi top leader di berbagai bidang yang mereka tekuni, baik sebagai eksekutif, ulama terkemuka, pemikir bangsa, para pakar, menjadi akademisi, politisi, anggota legislatif, TNI/POLRI, pegawai negeri sipil dan sebagainya. Mereka menjadi bukti sejarah bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan lembaga yang bisa membuat mereka sukses luar biasa. Karena ke dalam diri mereka HMI mengukir kata yang menjadi motivasi yang telah membuktikan mereka menjadi orang-orang terbaik dunia saat ini. Di HMI Anda tidak akan mengenal kata gagal, karena HMI senantiasa mengatakan YAKIN USAHA SAMPAI!!!
Karenanya jika Anda ingin menjadi diri sendiri yang senantiasa siap dengan segala keadaan untuk masa yang akan datang, silakan Anda bergabung dengan lembaga perkaderan tingkat mahasiswa tertua di Indonesia ini. Pergunakan waktu Anda semaksimal mungkin, insya Allah apa yang Anda cita-citakan akan terwujud dengan sempurna, tentunya dalam jalan dan rel-rel yang Islami.
ARAH PERKADERAN
Mengingat fungsi HMI sebagai organisasi kader, maka seluruh aktivitasnya harus dapat memberi kesempatan berkembang bagi kualitas-kualitas pribadi anggota-anggotanya. Anggota HMI yang merupakan “human material” yang dihadapi HMI untuk dibina dan dikembangkan menjadi kader HMI adalah mereka yang memiliki kualitas-kualitas :
a) Mahasiswa;
Yaitu mereka yang telah mencapai tingkat pendidikan intelektual tertentu, calon sarjana dan potensial menjadi intelegensia.
b) Kader;
Yaitu mereka yang memiliki kesediaan untuk berlatih dan mengembangkan kualitas-kualitas pribadinya guna menyongsong tugas depan ummat dan bangsa Indonesia.
c) Pejuang;
Yaitu mereka yang ikhlas, bersedia berbuat dan berkorban guna mencapai cita-cita umat Islam dan bangsa Indonesia pada waktu sekarang dan yang akan datang.
Artinya kegiatan HMI adalah merupakan “pendidikan kader” dengan sasaran anggota-anggota HMI dalam hal :
a) Watak dan Kepribadiannya
Yaitu dengan memberi kesadaran beragama, akhlaq dan watak. Itu berarti harus menjelma seorang individu yang beriman, berakhlaq luhur memiliki watak yang autentik serta memiliki pengabdian dalam arti yang paling hakiki.
b) Kemampuan Ilmiah
Yaitu dengan membina seseorang hingga memiliki pengetahuan (knowledge) serta kecerdasan (intellectuality) dan kebijaksanaan (wisdom).
c) Keterampilan
Yakni keterampilan menterjemahkan ide dan pikiran dalam praktik. Dengan terbinanya tiga sasaran tersebut maka terbinalah insan cita HMI yang beriman, berilmu dan beramal saleh.
Tujuan HMI telah memberikan gambaran tentang insan cita HMI. Berdasarkan landasan-landasan, arah dan tujuan perkaderan HMI, maka akhir kegiatan perkaderan diarahkan dalam rangka membentuk profil leader yang ideal, yaitu muslim intelektual professional.
Secara spesifik wujud profil kader HMI adalah sebagaimana tergambar dalam 5 kualitas insan cita HMI. Lima kualitas insan cita tersebut seperti diterangkan dalam tafsir tujuan HMI.
Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita yakni suasana ideal yang ingin diwujudkan oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan sebagaimana tergambar dalam 5 kualitas insan cita HMI;
1) Kualitas Insan Akademis
2) Kualitas Insan Pencipta
3) Kualitas Insan Pengabdi
4) Kualitas Insan yang Bernafaskan Islam
5) Kualitas Insan yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.
Nah lho!.. tunggu apa lagi, gak bakalan ada yang bisa membuat Anda sukses selain dari keinginan Anda sendiri untuk sukses. Akhirul kalam Saya ingin mengatakan kepada kita semua “Perjalanan seribu kilo meter itu ditentukan oleh keputusan Anda untuk menentukan langkah untuk yang pertama kalinya”. Be confident, be cool and be successfully because success is Our right!
Sampai ketemu di arena basic training, buktikan apa yang Saya sampaikan ini di sana…
YAKIN USAHA SAMPAI!!!
Billahi Taufiq Walhidayah Wassalamu’alaikum. Wr.Wb.

pelantikan HMI Cabang Tapak Tuan

Sumardi Evulae (sekum Badko)
sedang mengambil supah pengurus
HMI Cabang Tapak Tuan periode 2009-2010
Sambutan BADKO HMI Aceh
Pelantikan dan Pengabilan Sumpah Jabatan HMI Cabang Tapak Tuan
dari kiri ke kanan;
Taslim, Mawardi, Husien yusuf (bupati),
Sumardi Evulae (sekum BADKO HMI Aceh) & Alumni HMI
Serah terima Jabatan Dari Ketua Umum HMI Cabang Tapak tuan demisioner
Saudara Mawardi kepada Saudara taslim (ketua umum) definitif
disaksikan oleh Sumardi (sekum BADKO), Bupati Aceh Selatan dan KAHMI tapak Tuan

my fan